Home > News, Seminar > Seminar Memperingati Hari Pendengaran Dengan Tema Mendeteksi Dini dan Gangguan Pendengaran pada bayi dan anak

Seminar Memperingati Hari Pendengaran Dengan Tema Mendeteksi Dini dan Gangguan Pendengaran pada bayi dan anak


Seminar ini diselenggarakan pada hari rabu, 3 maret 2010 di gedung serbaguna Rumah Sakit Angkatan Laut ( RSAL). Acara di buka oleh staf dokter (RSAL) yang disambut  antusias sekali oleh para peserta seminar dan seminar ini dihadiri banyak dokter THT dari Rumah Sakit DR. Soetomo dan  RSAL, Yayasan Aurica dan para guru- guru dari SLB_B Jawa Timur.

Pembicara  dalam Seminar ini adalah para Dokter dan ketua Yayasan Aurica. Seminar bertujuan untuk memberikan arahan atau pembelajaran kepada kita semua untuk selalu memperhatikan anak dari di dalam kandungan sampai lahir terutama dalam hal pendengaran agar anak tidak terlambat mendengar karena mendengar adalah hal yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Seperti yang disampaikan oleh dr Sulantari Sp.THT-KL Pendeteksian dini terhadap bayi bisa dilakukan pada usia o-3 bln dan bahkan masih didalam kandungan. Hal ini akan meningkatkan kemampuan anak untuk dapat berbicara dan berbahasa karena pada tahun-tahun pertama kehidupan anak merupakan masa perkembangan bicara dan berbahasa yang paling kritis. Dan hal yang perlu di waspadai oleh orang tua adalah:

  1. Bayi tidak terkejut  atau tidak terganggu dengan adanya suara di keliling kita
  2. 6 bulan tidak bisa mengoceh
  3. Di pangggil Tidak menoleh
  4. Jika diajak bicara harus menggunakan suara keras.

Bila anak sudah terdeteksi adanya gangguan pendengaran  maka orang tua harus segera berkonsultasi dengan Dokter THT, dokter anak (tumbuh kembang), Psikiater, Psikologi jika perlu  kita harus melibatkan semua angggota keluarga ataupun masyarakat sekitar seperti: Puskesmas, posyandu, RS, atau layanan kesehatan yang ada di sekolah.

Bagi para orang tua mengetahui buah hatinya mengalami gangguan pendengaran pasti akan terpukul, sedih, bingung. Namun anda tidak sendiri banyak orang tua yang mengalami hal yang sama. Hal yang harus anda lakukan adalah menerima kenyataan ini namun tidak menyerah dengan mempelajari sebanyak mungkin mengenai gangguan pendengaran lalu membuat keputusan yang terbaik bagi buah hati kita. Karena semakin gangguanya terdeteksi sejak dini akan lebih baik penanganannya dari pada terlambat akan lebih sulit dan membutuhkan waktu yang lama.Pendeteksian sejak dini akan memudahkan anak untuk mendengar dan berbicara layaknya orang normal.Adapun penanganan terhadap anak yang mengalami gangguan pendengaran adalah:

  1. Pemasangan  alat bantu dengar (ABD) agar segera mendapat input informasi melalui mendengar.
  2. Fitting alat Bantu dengar ( ABD) . untuk mengetahui ABD sesuai untuk anak.
  3. Habilitasi AVT untuk melatih kemampuan mendengar, berbicara dan bahasa.
  4. Apabila tidak membantu maka operasi implant koklea  merupakan pilihan yang terbaik.

Dalam hal penanganan gangguan pendengaran Yayasan Aurica mempunyai peranan yang sangat penting dalam hal habilitasi anak agar terlatih kemampuan mendengar, berbicara , dan berbahasa. Yayasan ini dalam terapi anak menggunakan metode internasional yang sangat bagus dan sudah teruji keberhasilannya,  Auditory verbal Teraphy atau kita kenal dengan AVT.  Seperti yang disampaikan oleh pembicara bapak ‘Sri Goetomo, S.Psi ‘ Metode ini mempunyai tujuan yang sangat bagus dan sangat di harapkan oleh orang tua dalam perkembangan anak yaitu : anak mempuyai kemampuan mendengar, berbicara, kognisi dan komunikasi seperti halnya anak yang normal dan anak bisa bersekolah di sekolahan pada umumnya dan bisa bermasyarakat.  AVT ini adalah kegiatan untuk melatih kemampuan berbicara dan berbahasa dengan menggunakan seluruh kemampuan sensorik yang dimiliki. Terapi ini sangat penting sekali karena semua anak dengan gangguan pendengaran memiliki sisa pendengaran sebanyak 2 %  dengan sisa tersebut dapat dilakukan dengan dua hal yaitu :

  1. Dengan pemakaian alat bantu dengar ( ABD), alat ini dapat membantu anak untuk bisa mendengar.  Jika hal tesebut masih kurang membantu perkembangan anak maka orang tua di sarankan untuk melakukan operasi implan koklea. Operasi ini sangat membutuhkan biaya karena harganya sangat mahal. Seperti yang disampaikan pembicara dr Titiek H.Ahadiah, Sp.THT-KL(K) Operasi ini sangat membutuhkan dokter yang sudah ahli dan berpengalaman dalam operasi, dahulu sebelum ada di Indonesia pasein melakukan operasi di luar negeri tapi sekarang di Indonesia sudah ada. Di surabaya sendiri tim dokter dari RS dokter soetomo dan RSAL yang mana ketua timnya adalah Prof. dr. Sri Harmadji ,Sp.THT. KL(K). Operasi implant koklea ini bisa meningkatkan daya dengar sekitar 20-30 desibel yang sangat baik membantu pendengaran anak. Dan terkadang operasi beresiko kepada anak adalah tergoresnya saraf yang ada didekat rumah siput yaitu saraf ke 7 atau anak saraf tersebut. Yang mana bisa mengakibatkan lidah untuk mengecap rasa sedikit hilang dan saraf pipi sebelah bisa turun ke bawah tapi hal itu hanya sementara saja.
  2. Terapi,Terapi ini membutuhkan waktu yang sangat lama tergantung seberapa berat gangguan yang diderita anak dan yang tidak kalah pentingnya peranan orang tua dan keluarga terdekat untuk selalu mengajak bicara. Disini akan ditunjukan bukti yang nyata yaitu PUTRI anak yang dulunya mengalami gangguan pendengaran setelah terapi di Yayasan Aurica selama dua tahun  dia  sudah mengalami banyak perubahan yaitu sudah bisaberkomunikasi, bernyanyi, mengaji,  membaca dan berhitung layaknya anak normal. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran terapis di aurica yang begitu inovatif dan sabar dalam membimbing anak untuk bisa menengar dan berbicara serta dukungan orang tua dan kakak adiknya yang selalu mengajarinya dalam  belajar mendengar dan berbicara. Dalam seminar Putri menampilkan kemampuan yang sangat mencengangkan para peserta seminar dia menyanyikan lagu pelagi2 dan doa sesudah mau tidur ,berhitung dan membaca kata seperti kucing, bebek, anjing, sapi dll. Meskipun semua itu dilakukan putri dengan direkam  sama orang tuanya karena dia agak malu untuk tampil di depan peserta.

Jadi kesimpulannya. Bagi orang tua yang mempunyai anak memiliki gangguan pendengaran  tidak usah berkecil hati , bingung, dan minder karena semua bisa diusahakan dengan sungguh-sungguh  pasti akan berhasilan kuncinya adalah IKHlas dalam mendidik anak kita . Ingat Tuhan memberikan cobaaan kepada Hambanya sesuai dengan kemampuan hambanya dan pasti mempunyai maksud yang baik.

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: