Home > Artikel > Dimana Anak Dapat Belajar ?

Dimana Anak Dapat Belajar ?


Tempat belajar yang paling mudah dan murah adalah rumah. Waktu yang dihabiskan dirumah lebih banyak daripada waktu yang dihabiskan disekolah. Namun orang tua tetap harus menyelaraskan apa yang akan diajarkan pada anak-anak dengan apa yang mereka pelajari di masyarakat dan di sekolah. Untuk itu orang tua perlu memanfaatkan waktu berkumpul bersama anak-anak ini dengan sebaik-baiknya. Inilah saatnya orang tua untuk memberikan bekal ilmu pada anak-anak agar dapat bermanfaat bagi dirinya, orang lain atau bagi masyarakat umumnya.
Belajar dirumah tidak tergantung pada biaya yang harus dikeluarkan atau tidak melihat seberapa tinggi pendidikan orang tuanya. Melainkan tergantung pada apa yang dapat kita lakukan agar anak dapat belajar secara efektif dirumah. Dengan kata lain, kualitas pertemuan kita dengan anak-anak di rumah menjadi hal utama yang harus bisa kita ciptakan. Jika kita menginginkan anak-anak kita sukses di sekolah, maka belajar dirumah harus efektif.
Kita dapat mengajak anak-anak belajar dalam beraktifitas sehari-hari, seperti saat mandi, makan, tidur, dan nonton televisi. Peran aktif orang tua dalam mendidik anak sangat dibutuhkan, karena orang tua sebagai contoh suri tauladan bagi anak-anak. Kunci utama agar pertemuan antara orangtua dan anak di rumah benar-benar berkualitas itu, seperti yang sudah banyak disarankan para pakar adalah komunikasi. Kita dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dalam berkomunikasi dirumah sehingga mampu menghasilkan komunikasii yang berkualitas.
Orang tua dapat berkomunikasi secara aktif dengan bercerita, bertanya juga mendengar tentang aktifitas yang dilakukan anak-anak. Dengan begitu, komunikasi dengan anak-anak akan memiliki nilai manfaat. Dan yang terpenting, lewat komunikasi seperti ini, secara tidak langsung, kita telah membantu anak membentuk pribadi yang mandiri dan penuh percaya diri.
Kunci kedua adalah mengupayakan agar proses belajar di rumah bersama anak-anak Kita itu, bisa dilakukan sedini mungkin. Caranya, bisa bertahap.
1. Bila anak kita masih berusia pra sekolah, kita bisa menularkan kesukaan belajar dengan membiarkan anak mendengarkan kita membaca, bernyanyi, bermain sambil belajar.
2. Jika anak Kita suka corat-coret atau menggambar kita bisa menyediakan alat tulis atau peralatan menggambar. Agar anak dapat menuangkan kreatifitasnya.
3. Ajarkan anak-anak Kita untuk me-lakukan kegiatan yang bermanfaat bagi pengembangan kemampuan mereka. Misal : mewarnai, mengenal benda atau binatang, mengenal warna dan bentuk, mengenal angka dan huruf, mengenal panca indera dst.
4. Bantulah anak Kita, bila mem-butuhkan, untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan sesuai dengan tahapannya. Misalnya, membuat mobil-mobilan dari kulit jeruk. Tunjukan tahapan dari mana mereka harus memulai langkah demi langkah, sampai mobil-mobilan itu selesai dibangun dan bisa dimainkan.
5. Kembangkan, bersama anak Kita, sikap dan pola pikir yang rasional, konsisten dengan jadwal penyelesaian pekerjaan atau kegiatan di sekitar rumah. Buatlah jadwal atau rencana kegiatan di rumah bersama mereka. Bila perlu, jadwal harian.
Kunci ketiga yang bisa mengantarkan anak Kita meraih sukses di sekolah adalah mengarahkan dan membantu mereka bagaimana menyelesaikan pekerjaan rumah dari sekolah. Untuk itu, Kita perlu meyakinkan mereka bahwa pendidikan itu penting dan karenanya PR harus selalu dikerjakan. Selain itu, agar mereka bisa menyelesaikan PR itu dengan tenang, memberikan tempat khusus pada anak-anak untuk belajar.
Dalam lingkungan masyarakatpun anak dapat belajar. Peran aktif orangtua, sangat diperlukan untuk membantu anak-anak mereka bisa menarik manfaat dari pergaulan mereka di masyarakat. Biarkan dan berikan waktu bagi mereka untuk bermain dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggal Kita, karena ini merupakan bagian dari proses belajar mereka dengan lingkungannya.
Orangtua bisa secara aktif terlibat dalam proses pendidikan anak mereka di sekolah dengan beberapa cara. Misalnya, membantu anak-anak menyelesaikan PR di rumah, memberikan penjelasan tambahan yang berkaitan dengan materi belajar mereka di sekolah. Termasuk mencermati tentang apa dan bagaimana kurikulum sekolah tempat anak mereka menuntut ilmu. Dengan cara itu, maka orangtua akan bisa lebih mudah membantu anak-anak mereka menemukan jalan untuk meraih sukses di sekolah.

Sumber : WWW.depdiknas.go.id
Fitri Nurulaini, 17 Januari 2009.

Categories: Artikel
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: